Tips dan Kriteria Memilih Mainan Anak yang Tepat

No Comments

Dalam memilih mainan anak tak semudah yang dibayangkan, banyak hal yang harus orangtua pertimbangkan saat memilih mainan untuk anak. Sebab orangtua harus memastikan keamanannya, apakah aman dan boleh dimankan atau tidak oleh anak.

Bermain memiliki pengaruh yang besar untuk perkembangan anak, dengan mainan pembelajaran anak akan memperoleh media pendidikan yang efisien serta menyenangkan. Biasanya, para orang tua membelikan mainan anak didasari oleh harga dan kualitas mainan saja.

Padahal mainan mempunyai peranan penting dalam menstimulasi tumbuh kembang anak. Mainan yang tepat dapat membantu anak mengembangkan koordinasi dan imajinasi. Sebaiknya Orangtua mengetahui kandungan mainan tersebut sebab Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Mereka mengumumkan ada beberapa penemuan zat berbahaya yang terkandung dalam bahan yang dibuat untuk mainan edukasi anak yang hingga saat ini banyak dijual bebas di pasaran, seperti halnya cadmium (Cd) chromium (Cr), timbal (Pb), dan merkuri (Hg).

Ada pula mainan anak yang diuji, yaitu mainan edukasi yang berbentuk balok, rumah – rumahan, puzzle, sempoa, balok ukur berwarna, bentuk binatang dari kayu dan kotak pos yang memakai cat pewarna. Jadi, jangan ambil risiko anak-anak anda teracuni bahan berbahaya tersebut.

Kriteria Memilih Mainan yang Aman untuk Anak

Ada begitu banyak jenis mainan untuk anak, supaya kamu tak salah pilih berikut kriteria mainan yang aman:

  • Sebaiknya pilih mainan yang terbuat dari bahan yang dapat dicuci.
  • Pastikan mainan yang di cat harus bebas dari logam timah.
  • Untuk karya seni, seperti cat dan krayon pastikan bahwa bebas dari bahan yang beracun.
  • Untuk mainan yang bisa berbunyi, pastikan bunyi yang ditimbulkan tidak terlalu kencang untuk menghindari cedera telinga yang serius.
  • Pilih boneka binatang yang dibuat dengan baik. Mata, hidung, dan bagian kecil lainnya dari boneka binatang harus menempel dengan kencang untuk mengurangi risiko tersedak. Selain itu, pilihlah yang bahannya lembut, untuk menjaga keamanan dan menjaga dari iritasi kulit.

Memperhatikan keselamatan anak waktu bermain mainan kesukaannya. Di Indonesia, salah satu cara termudah untuk mendapatkan mainan yang aman yaitu memilih mainan anak yang sudah berlabelkan SNI seperti produk mainan dari Toysland Indonesia yang sudah terjamin aman untuk anak-anak.

Banyak pertimbangan, baik segi kualitas, usia, dan kesukaannya. Sebagai orangtua, harus mengenal dan mengetahui anak lebih daripada orang lain. Jangan menyerahkan anak untuk memilih mainannya sendiri, jika mereka belum bisa menentukan pilihan mainan yang aman dan baik untuk diri mereka.

Cara Memilih Mainan Anak yang Aman

Anak-anak tumbuh dan berkembang dengan cara bermain. Bahkan dikatakan bahwa dunia anak yaitu dunia bermain. Namun perlu diingat, bermain pada anak bukan hanya untuk senang-senang saja, bermain juga menjadi salah satu cara belajar terbaik bagi anak, Terdapat jutaan mainan yang ada di pasaran saat ini.

Orangtua sebaiknya selalu perhatikan label yang tertera pada kemasan mainan anak, baik rincian bahan yang digunakan juga kategori umur yang tercatat pada kemasan. Pasalnya selain zat-zat berbahaya, ada juga bahaya yang mengintai dari penggunaan mainan yang tidak sesuai kategori umur, yaitu bahaya tersedak.

Terutama untuk anak di usia 0-5 tahun dengan bermain, anak mampu mengasah kemampuan yang dimilikinya, seperti motorik halus, motorik kasar, kreativitas, empati, bahkan daya ingat. Supaya manfaat bermain semakin optimal, memberikan mainan anak yang tepat sesuai usianya sangatlah penting.

Tips Memilih Mainan yang Aman untuk Anak

Saat memilih mainan untuk anak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berikut ini beberapa tips membelikan dan memilih mainan untuk anak sebagai berikut :

1.) Memilih Mainan Sesuai Usia Anak

Saat membeli mainan, perhatikan keterangan dalam mainan tersebut. Lihat instruksi dengan seksama dan ikuti tingkat usia yang disarankan. Pelabelan usia disediakan untuk alasan perkembangan dan keamanan. Rekomendasi mainan yang sesuai dengan usia diberikan karena dua alasan penting. Pertama, untuk membantu kebutuhan perkembangan anak dan kedua, untuk membuatnya tetap aman.

2.) Membaca petunjuk dan dampingi saat Anak  Bermain

Jangan lupa untuk Orangtua membaca dulu petunjuk penggunaan mainan dan tetap dampingi Si Kecil saat bermain, supaya anak tetap aman. Setelah bermain, Orangtua juga dapat mengajarkan Si Kecil untuk menyimpan mainannya dengan baik. Pada usia ini, keputusan yang Kamu pilihkan, termasuk dalam memilih mainan akan berpengaruh membentuk otak mereka.

3.) Membersihkan mainan secara teratur

Saat akan membersihkan mainan, pastikan orangtua sudah membaca dulu petunjuk instruksi membersihkannya. Biasanya mainan dapat dicuci dengan sabun yang berbahan ringan atau sabun antibakteri atau juga air panas sekalipun. Untuk mainan yang bisa berkarat, seperti sepeda, sebaiknya simpan mainaan tersebut di ruangan yang tidak terkena air hujan.

4.) Jangan Membeli Mainan yang Berlebihan untuk Anak

Berhati-hatilah dalam memilih apa yang kamu beli. Perbarui mainan si kecil ketika anak kamu mencapai usia yang lebih tinggi. Ini tentu akan membuatnya termotivasi dan bahagia. Jangan membeli mainan apa pun yang berat. Mainan seperti itu bisa menjadi sumber cedera dan karenanya harus dihindari.

5.) Cek Mainan Secara Teratur

Orangtua perlu memeriksa mainan anak secara teratur untuk mengetahui ada tidaknya kerusakan. Jika ada kerusakan seperti di bawah ini, sebaiknya buang atau perbaiki mainan tersebut,

“Terdapat serpihan atau pinggiran mainan terlihat tajam” dan “Terdapat karat pada mainan, khususnya mainan yang digunakan Si Kecil di luar rumah, seperti sepeda”.

6.) Hilangkan Benda Berbahaya yang ada Pada Mainan

Jika pada mainan anak terdapat benda berukuran kecil, seperti manik-manik atau kancing baju boneka, sebaiknya lepaskan. Alasannya, bayi berusia di bawah 5 tahun belum tahu akan bahaya, sehingga mungkin untuk memasukkan benda-benda berukuran kecil ke dalam mulutnya ketika sedang bermain.

Selain mainan berkuran kecil, hindari pula mainan dengan tali yang longgar, karena ini bisa saja melilit di leher anak secara tidak sengaja dan membuatnya tercekik.

7.) Hindari memberikan mainan berdaya listrik dan bermagnet

Sebaiknya anda sebagai orang tua hindari memberikan mainan yang perlu diisi daya listrik untuk anak ini dilakukan untuk menghindari risiko anak kesetrum. Selain berdaya listrik, mainan yang memiliki magnet, terutama yang berukuran kecil sebaiknya juga tidak diberikan kepada anak.

*Baca Juga: Manfaat Positif Menggambar dengan Alat Jar Melo

Hal-hal di atas juga patut diperhatikan ketika Orangtua memberikan hadiah mainan untuk anaknya, dengan memerhatikan hal tersebut Orangtua juga dapat lebih tenang karena Si Kecil dapat bermain dengan aman. Selain memperhatikan cara memilih mainan yang aman untuk anak, orangtua juga harus memastikan bahwa ada orang dewasa yang mendampingi anak ketika bermain demi keamanan.

Jika ada yang mendampingi anak saat bermain, ini justru akan lebih baik lagi karena bisa memaksimalkan keamanan dan perkembangannya. Jadi tunggu apa lagi, segera beli dan miliki mainan edukasi  dengan kualitas terjamin sekarang juga hanya di Toysland Indonesia.

Leave a Reply